Belajar Percaya (3)

Sahabat-sahabat yang dikasihi Tuhan. Pernahkah Anda terluka karena kata-kata seseorang dan tidak mudah melupakan atau memaafkan? Kata-kata yang menyakitkan itu menggores hati sehingga begitu melukai. Tetapi pernahkah kata-kata Tuhan yang begitu Indah menggores hati kita atau tergores dalam hati kita dan kita susah melupakan kata-kata Tuhan itu?

Misalnya sabda-sabda Tuhan di bawah ini:
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Sudahkah Sabda ini menggores hatiku?

Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” (Yes 49: 14-15). Selalu teringatkah kita akan Sabda Tuhan ini?

“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Matius 18:14). Masih berpikir burukkah kita kepada Tuhan?

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.” (1 Yohanes 3:1). Kurang sayang apa Tuhan terhadap kita? Kita bukan hanya Hamba bahkan disebut anak.

Sahabat-sahabat yang di kasihi Tuhan. Hal pertama dan paling penting yang harus kita sadari setiap saat ialah bahwa Tuhan mengasihi kita semua tanpa batas. Tuhan adalah kasih, dan kasih-Nya inilah yang hendak dibagikan-Nya kepada kita. Apa yang dikehendaki Tuhan selalu yang terbaik dan terindah. Kebenaran ini harus tergores dalam hati kita sebagaimana kata-kata seseorang yang menyakitkan yang susah kita lupakan.

Maka jangan mudah mengatakan Tuhan mencobai. Justru kita sendiri yang seringkali memasukkan diri dalam pencobaan, membawa diri dalam kesulitan dan Tuhan dituduh penyebab segala kesulitan yang kita alami. Atau seandainya Tuhan yang mencobai sudah pasti tujuannya baik, karena Tuhan tidak pernah akan menghancurkan hidup kita. Bahkan dalam kesulitan Tuhan berjuang bersama kita.

“Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:13-15).

Sahabat-sahabatku, marilah kita lebih percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan itu baik. Semoga sabda-sabda Tuhan menggores hati kita, “melukai” hati kita, hingga susah melupakannya.

Doa
Yesus yang baik, kami mudah terluka oleh kata-kata orang dan kami susah melupakannya bahkan sulit memaafkannya. Kata-kata itu menggores hati kami terlalu dalam. Tetapi Tuhan, Sabda-Mu yang indah begitu mudah kami lupakan. Sabda-Mu tidak tergores dalam hati kami dan kami mudah memaafkan bila kami lupa. Tuhan biarlah sabda-sabda-Mu “melukai” hati kami dan tertanam dalam hati kami. Biarlah iman kami makin bertumbuh. Sekarang kami semakin percaya bahwa Engkau sungguh baik. Amin

Rm. Wahyudi, MSF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *