Belajar Percaya (2)

Sahabat-sahabat yang dikasihi Tuhan. Apakah Anda sudah percaya kalau Tuhan itu baik? Ataukah masih sering mempertanyakan kebaikan Tuhan? Pikiran baik dan pikiran buruk kepada Tuhan akan mempengaruhi relasi Anda dengan Tuhan. Seperti halnya dalam relasi kita dengan sesama. Pikiran negatif atau pikiran positif kita kepada teman atau sahabat akan mempengaruhi hubungan kita dengan dia. Kalau pikiran kita negatif, kita akan mengambil jarak dengan teman kita itu, kita menjadi malas ketemu, tidak mau bicara dengan dia, dan lain-lain. Begitu juga pikiran negatif kepada Tuhan akan mempengaruhi hubungan kita dengan Dia. Misalnya kita berpikir Tuhan itu jahat, Tuhan itu tidak adil, Tuhan mencobai, dan lain-lain, maka pikiran itu membawa pada emosi negatif dan membawa pada tindakan yang negatif. Misalnya kita terus malas berdoa, malas ke gereja, intinya malas bertemu dengan Tuhan. Konyolnya, sudah kita berpikir negatif pada Tuhan, tetapi kita datang mohon pertolongan-Nya.

Maka apapun keadaan kita sekarang, marilah belajar percaya bahwa Tuhan itu baik, bahwa Tuhan itu mengasihi kita. Dalam renungan sebelumnya (belajar Parcaya 1) sudah saya kutipkan teks-teks Kitab Suci yang menunjukkan kasih Bapa kepada kita sehingga Ia menganugerahkan Yesus Kristus bagi kita “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).

Yesus sendiri tidak kurang-kurang dalam meyakinkan kita supaya kita percaya pada Bapa dan percaya kepada Dia. Kebaikan Allah dinyatakan dalam berbagai perumpamaan oleh Tuhan Yesus. Perumpamaan tentang domba yang hilang (Luk 15:1-7); Perumpamaan tentang dirham yang hilang (Luk 15:8-10) ; dan Perumpamaan tentang Anak yang hilang (Luk 15:11-32). Ketiga perumpamaan itu menyatakan bahwa Bapa tidak rela kalau satu dari antara kita ada yang tidak selamat. Allah selalu menghendaki yang baik yang terjadi dalam diri kita, Allah selalu menghendaki keselamatan kita. Tuhan tidak mungkin akan menghancurkan kehidupan kita. Tuhan tidak akan melupakan kita. Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau” (Yes 49: 14-15).

Saya tidak sedang memaksa Anda untuk percaya kepada Tuhan. Karena Anda tetap bebas meimilih untuk percaya kepada Tuhan atau tidak percaya. Apalagi kalau situasi Anda sedang sulit memang tidak mudah percaya kepada Tuhan yang maha baik, yang mengasihi. Tetapi saya berharap dengan membaca firman yang menyatakan bahwa Tuhan itu baik, yang sudah saya kutipkan di atas, sedikit demi sedikit dapat mengubah pikiran buruk kita kepada Tuhan, sehingga relasi kita dengan Dia menjadi semakin baik. Tetap percayalah pada Tuhan bahwa Ia baik apapun situasi Anda. Setan akan terus membujuk untuk tidak percaya kepada Tuhan seperti ketika iblis menggoda Yesus di padang gurun.

Doa
Tuhan Engkau sungguh baik. Dengan firman-Mu kami semakin percaya bahwa Engkau amat baik. Engkau tidak menghendaki kami binasa, tetapi Engkau selalu menghendaki keselamatan kami. Engkau bahkan telah berjanji tidak akan melupakan kami. Namun Tuhan pikiran kami padamu seringkali begitu buruk, apalagi ketika kami ditimpa kemalangan. Ajarilah kami percaya bahwa Engkau baik. Engkau berusaha bersama kami dalam situasi apapun. Amin.

(Rm. Wahyudi, MSF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *