Suatu hari di tahun 1936

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Perjalanan sejarah Gereja Purwosari dimulai pada tanggal 3 Oktober 1936. Di hari peringatan 2 tahun tahbisan yang diterimanya sebagai pemangku jabatan episkopal di wilayah Vikariat Batavia, Monsinyur Willekens menulis sebuah surat terbuka kepada seluruh pembaca Majalah Claverbond. Isi surat tersebut adalah sebagai berikut[1]: Batavia, 3 Oktober 1936 Kepada para pembaca majalah St. Claverbond,                 Dalam […]

Siapakah Monsinyur Willekens ?

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Ia dikenal sebagai gembala umat yang sangat memperhatikan pendidikan imam diosesan dan pemeliharaan panggilan rohani umat pribumi. Ia, seorang Belanda totok dari Reusel, telah meletakkan hati, pikiran, dan pilihannya kepada umat pribumi. Ia adalah salah satu misionaris yang berdiri bersama umat pribumi dan mengusahakan Gereja yang hidup di tengah umat pribumi. Jejaknya dapat kita telusuri […]

Meletakkan Batu Sendi Gereja Santo Petrus Purwosari Solo

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Gagasan Monsinyur Willekens yang tertuang dalam surat terbuka Majalah Claverbond itu ditindaklanjuti dengan usaha mencari tenaga untuk mengelola gereja dan paroki yang akan didirikan. Permohonan itu diajukan kepada Ordo Serikat Yesus tetapi Serikat Yesus ternyata mengalami kesulitan memenuhi tenaga yang dikehendaki. Monsinyur Willekens pun mencari tenaga di luar Serikat Yesus. Tawaran itu diungkapkan pada Kongregasi […]

Mulai Bekerja di Ladang yang Baru

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Gedung Gereja Purwosari telah berdiri sejak tahun 1940, namun tata administratifnya baru dipisahkan dari Paroki Purbayan pada tanggal 29 Juni 1942. Saat itu, Paroki Santo Petrus Purwosari resmi berdiri secara mandiri dan terpisah dari paroki induknya. Para gembala pertama yang dipercaya memimpin paroki baru ini adalah Pater N. Havenman sebagai pastor kepala, Pater Chr. Hendriks […]

Tetap Berusaha Hidup Kendati Sulit

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Di akhir tahun 1941, suasana perang Pasifik mulai memanas. Tanggal 7 Desember 1941, terjadilah serangan di Pearl Harbor yang meluluhlantakkan seluruh armada utama Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik dan mengakibatkan Konggres Amerika Serikat memutuskan untuk terlibat dalam Perang Dunia II. Selain itu, hancurnya pertahanan laut di Pearl Harbor membuka jalan bagi Jepang untuk masuk […]

Melewati Derita Pasca Peperangan

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Romo Adisujono, setelah menyelesaikan pendidikan imamat di Belanda sebagai imam MSF pribumi pertama, berjuang keras melayani Paroki Purwosari yang menanggung kesulitan keuangan yang sangat besar. Ia seringkali menyinggung kesulitan keuangan ini dalam kotbah hari Minggu dan membangkitkan semangat umat untuk mengatasi kesulitan di Paroki Purwosari Tanggal 6 Agustus 1945, sebuah bom atom dijatuhkan di Hiroshima. […]

Menerjemahkan Nafas Perubahan Konsili Vatikan II

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Tahun 1960-an merupakan tahun perubahan bagi Gereja Katolik. Paus Yohanes XXIII secara tidak terduga memutuskan untuk mengadakan Konsili. Dalam sebuah dialog wawancara dengan Paus mengenai konsili, dikisahkan Paus membuka jendela dan berkata, “Saya ingin membuka jendela dari Gereja sehingga kita bisa melihat keluar dan mereka yang ada di luar bisa melihat ke dalam.” Sikap Paus […]

Bergerak Menjadi Paroki Mandiri

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Keinginan untuk menjadi paroki mandiri telah dimulai sejak masa pelayanan Romo Hendrowarsito melayani di Purwosari. Mulai tahun 1970-an, Purwosari telah menjadi paroki dengan jumlah umat yang cukup besar. Jumlah umat yang besar itu membuahkan kemandirian di banyak bidang, antara lain finansial, tenaga, inisiatif dan potensi masyarakat. Pada akhir tahun 1972, tampak bahwa umat sudah menuju […]

Perkembangan Pengelolaan Wilayah Administratif

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Sejalan dengan perkembangannya sebagai paroki mandiri, Paroki Purwosari mulai menata wilayah administratifnya. Sejak tahun 1960-an, wilayah Paroki Purwosari meliputi kecamatan Laweyan dan setengah kecamatan Banjarsari (wilayah Kota Surakarta) dan wilayah kecamatan Grogol (wilayah kabupaten Sukoharjo). Jika seluruh wilayah itu ditotal secara kasar, wilayah pelayanan paroki Purwosari adalah 1/3 wilayah kota Surakarta. Besarnya wilayah ini tentu […]

Berbagai Macam Perbaikan Fisik

Posted on Posted in Sejarah Gereja

Adalah seorang seniman lokal bernama Mas Indradi yang membuat mosaik burung merpati  yang sekarang ada di atas salib altar sebagai simbol Roh Allah yang dulu turun menaungi Yesus dansekarang menaungi seluruh umat Purwosari Di samping perkembangan jumlah umat, wilayah administratif dan berbagai penataan pengelolaan jemaat, Gereja Santo Petrus Purwosari secara fisik mulai memerlukan berbagai perbaikan. […]